Arus Liar Menjuarai Australasia Rafting Camps (Kompas)



Magelang, Kompas – Tim Indonesia putra dan putri menjuarai Australasian Rafting Champs yang digelar pada 25-27 April 2010. Tim Indonesia 1 putri unggul di semua nomor dengan mengumpulkan total 1.000 poin. Adapun tim Indonesia 1 putra—yang berhasil mengumpulkan 916 poin—kedodoran, dikalahkan tim Indonesia 2 di nomor down river race serta di nomor slalom oleh Slowakia, yang hadir sebagai peninjau.

Race Director Australasian Rafting Amalia Yunita mengatakan, ini adalah gelar juara satu yang pertama kali diraih Indonesia selama tiga kali penyelenggaraan Australasian Rafting Champs.

”Ini sekaligus membuktikan, Indonesia bisa berprestasi di lomba arum jeram berskala internasional,” ujarnya, Selasa (27/4), seusai kompetisi down river race di Sungai Progo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Kemenangan ini mengobati kekecewaan Indonesia karena hanya menjadi runner-up dalam kejuaraan arung jeram internasional di Jepang pada tahun 2008.

Amalia mengatakan, keunggulan tim Indonesia kali ini lebih karena Indonesia menjadi tuan rumah sehingga mempunyai lebih banyak waktu untuk melakukan uji coba menguasai medan. ”Tim Indonesia sudah berkali-kali menggunakan Sungai Serayu, Elo, dan Progo sebagai tempat latihan, sedangkan tim dari negara-negara asing baru melakukan uji coba beberapa hari sebelum kejuaraan ini berlangsung,” ujarnya.

Di Sungai Serayu, Kabupaten Banjarnegara, nomor yang diperlombakan adalah sprint, head to head, dan slalom. Nomor down river race yang menjadi nomor penentuan sengaja dilaksanakan di Sungai Elo dan Progo di Kabupaten Magelang, yang memiliki jeram-jeram besar.

Manajer Tim Indonesia 1 Putra, Tony Dumalang, mengatakan, dalam Australasian Rafting Champs ini, lawan terberat adalah tim dari negara sendiri, yaitu tim Indonesia 2. Selain itu, dalam nomor slalom, dia pun mengakui, secara teknis, tim Indonesia 1 kalah jauh dibandingkan dengan Slowakia.

”Oleh karena itu, sekalipun hanya hadir sebagai peninjau, Slowakia tetap kami akui sebagai juara nomor slalom,” ujarnya.

Secara umum, Tony mengatakan, tim Indonesia masih harus banyak berlatih untuk memperbaiki teknik permainan. Selain itu, penguasaan tim terkait morfologi medan juga dirasakan masih kurang. (EGI)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: